Nigeria telah mempunyai
peraturan mengenai praktisi kebidanan sejak 1904 tetapi lebih dari 100 tahun
yang lalu, lingkup praktik bidan telah berubah secara berarti sebagai akibat
dari meningkatnya hospitalisasi dan medikalisasi dalam persalinan. Dari tenaga
yang bekerja dengan otonomipenuh dalam persalinan normal di awal tahun 1900,
secara perlahan bidan menjadi asisten dokter. Dari bekerja di masyarakat bidan
sebagian besar mulai bekerja di Rumah sakit area tertentu, seperti klinik
antenatal, ruang bersalin dan ruang nifas. Kehamilan dan persalinan menjadi
terpisah. Dalam hal ini bidan kehilangan pandangannya bahwa persalinan adalah
kejadian normal dalam kehidupan dan peran mereka sebagai pendamping kejadian
tersebut. Selain itu bidan menjadi ahli dalam memberikan intervensi dan asuhan
maternitas yang penuh dengan pengaruh medis.
Di Nigeria baru para
wanitalah yang berusaha melawan model asuhan persalinan tersebut dan
menginginkan kembalinya bidan tradisional yaitu seorang yang berada disamping
mereka dalam melalui kehamilan sampai 6 minggu setelah kelahiran bayi. Mereka
menginginkan bidan yang percaya pada kemampuannya untuk menolong persalinan
tanpa intervensi medis, dan memberikan dukungan bahwa persalinan adalah proses
yang normal. Wanita – wanita di Nigeria baru ingin mengembalikan kontrol dalam
diri mereka, dan menempatkan diri mereka sebagai pusat kejadian tersebut, bukan
obyek dari medikalisasi.
Pada era 1980-an bidan
bekerja sama dengan wanita untuk menegaskan kembali otonomi bidan dan sama –
sama sebagai rekanan. Mereka telah membawa kebijakan politik yang diperkuat
dengan legalisasi tentang profesionalisasi praktik bidan. Sebagian besar bidan
di Nigeria mulai memilih untuk bekerja secara independen dengan tanggungjawab
yang penuh pada klien dan asuhannya dalam lingkup yang normal. Lebih dari 10
tahun yang lalu pelayanan maternitas telah berubah secara dramatis. Saat ini
86% wanita mendapat pelayanan dari bidan dari kehamilan sampai nifas dan asuhan
berkelanjutan yang hanya dapat dilaksanakan pada persalinan di rumah. Sekarang
disamping dokter, 63% wanita memilih bidan sebagai salah satunya perawat
maternitas, dan hal ini terus meningkat. Ada suatu keinginan dari para wanita
agar dirinya menjadi pusat dari pelayanan maternitas.
Model kebidanan yang
digunakan di Nigeria adalah partnershiip antara bidan dan wanita. Bidan dengan
pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya serta wanita dengan pengetahuan
tentang kebutuhan dirinya dan keluarganya serta harapan – harapan terhadap
kehamilan dan persalinan. Dasar dari model partnership adalah komunikasi dan
negoisasi.
Rujuk Sumber Aslinya di Sini Sobat :)
Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai topik, Mohon maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbaru P*RN*G*R*FI, OB*T, H*UCK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan di tampilkan! ConversionConversion EmoticonEmoticon