Keesokan harinya,murid-murid maju kedepan kelas dan membacaakan karangannya masing-masing.Kebanyakan dari mereka bercita-cita menjadi guru,petani,atau pegawai pemerintah,dll.sang guru selalu manggut-manggut tanda setuju lalu,tiba giliran seorang murid yang paling muda usianya.Bajunya tambal sulam,tubuhnya kurus kecil,tapi suaranya sangat lantang.”Kalau besar nanti,aku ingin punya rumah besar diatas bukit,dengan pemandangan yang indah,berdampingan pondok-pondok kecil di sekekelilinnya untuk tempat peristirahatan.Berderet pohon-pohon cemara dan pohon yang rindang diantara rumah-rumah itu.Ada taman bunga tertata apik dengan beraneka bunga dan warna.Ada kebun buah dengan buah-buahan lezat yang bisa dipetik oleh penghuni rumah dan penduduk disekitarnya.Saya ingin jadi orang sukses dan bahagia bersama dengan keluarga besar dan para tamu yang datang disana………”
Mendengar suara lantang si murid itu,kontan seisi kelas tertawa bersamaan.”Dasar pemimpi…..!”ejek murid yang lain mereka mencemooh cita-cita si murid kecil.Melihat kegaduhan itu,si guru jadi marah-marah.Ia menganggap biang kerok kegaduhan itu adalah si murid kecil.Si guru menegurnya,”yang kamu tulis itu bukan cita-cita,tapi itu impian yang tak mungkin terjadi.Kamu harus tulis ulang tentang cita-citamu yang sebenarnya,”Perintah sang guru.
“Guru,ini adalah cita-citaku yang sebenarnya.Ini bukan hanya mimpi,ini bisa menjadi kenyataan,”murid kecil bersi keras.
“Heh,…kamu hidup didesa miskin,keluargamu juga keluarga miskin.Bagaimana kamu akan muwujudkan cita-cita seperti itu?Dasar pemimpi….!Buat karangan yang masuk akal saja!”teriak si guru mulai tidak sabar.
“Aku tidak mau cita-cita yang lain,ini cita-citaku tidak ada yang lain…..,”si murid kecil ngotot.
“Besok kamu harus bawa karangan yang baru.Jika tidak kamu perbaiki karanganmu itu,kamu akan mendapat nilai jelek,”si guru mulai mengancam.Namun keesokan harinya,si murid kecil kesekolah tanpa membawa karangan baru.Walau diancam dan dipermalukan seperti itu,dia tetap pada cita-citanya semula.Karena sikapnya yang keras kepala dan tidak mau mengikuti perintah guru,akhirnya ia mendapat nilai yang paling jelek di kelas.
“Orang yang membangun istana ini pastilah orang yang sangat hebat…..Mengapa baru sekarang aku tahu ada tempat seindah ini…..,”gumam si guru terkagum-kagum.Tiba-tiba terdengar jawaban.”Bukan orang hebat yang membangun rumah ini…….hanya seorang murid bandel yang berani bermimpi punya cita-cita yang besar.Pasti,yang lebih hebat adalah guru yang dulu mendidik bocah bandel itu…..Mari masuk kedalam rumah.Kita nikmati teh dan buah-buahan terbaik dari kebun ini….,”ujar si pemilik rumah itu dengan ramah.
Mendengar ucapan itu,mendadak si guru terpana dan teringat siapa yang berdiri didepannya.Dia adalah si murid kecil yang keras kepala yang mendapat nilai jelek waktu itu.Sekarang dia telah menjelma menjadi pengusaha yang sangat sukses.Matanya berkaca-kaca,merasa bersyukur sekaligus menahan malu karena 30 tahun yang lalu dirinya melecehkan cita-citanya anak itu.


6 komentar
Click here for komentarluar biasa kawan
Replyluar biasa kawan
Replythnks brother
ReplyAssalamialaikum
ReplySatu kata buat anda, LUAR BIASA
Sangat mengispirasi
Assalamialaikum
ReplySatu kata buat anda, LUAR BIASA
Sangat mengispirasi
Assalamialaikum
ReplySatu kata buat anda, LUAR BIASA
Sangat mengispirasi
Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai topik, Mohon maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbaru P*RN*G*R*FI, OB*T, H*UCK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan di tampilkan! ConversionConversion EmoticonEmoticon